Kabupaten Lahat di Sumatera Selatan dijuluki sebagai Negeri Seribu Megalit karena kepadatan situs purbakalanya yang luar biasa. Kekayaan sejarah ini menjadi latar belakang yang sempurna untuk sebuah konsep aktivitas fisik yang tidak biasa. Melalui agenda Eksplorasi Megalitikum, para mahasiswa diajak untuk keluar dari zona nyaman mereka di dalam kampus dan terjun langsung ke lapangan untuk menapaki jejak peradaban ribuan tahun silam. Kegiatan ini dirancang untuk membuktikan bahwa aktivitas luar ruangan tidak harus selalu bersifat kompetitif murni, melainkan bisa menjadi sarana pengayaan intelektual yang sangat mendalam melalui pengenalan situs Megalitikum secara langsung.
Perjalanan ini membutuhkan stamina fisik yang prima karena situs-situs batu besar di Lahat tersebar di antara perbukitan, perkebunan kopi, hingga hutan yang cukup rimbun. Di sinilah letak Cara unik yang diterapkan dalam program ini: menggabungkan latihan kardio dengan observasi arkeologi. Setiap langkah menuju lokasi situs adalah latihan ketahanan yang alami. Sesampainya di lokasi, para peserta tidak hanya beristirahat, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi sosial dan religius dari batu-batu perkakas masa lampau tersebut. Dengan demikian, kelelahan fisik yang dirasakan terbayar lunas dengan pengetahuan baru yang tidak ditemukan dalam buku teks perkuliahan.
Integrasi antara gerak tubuh dan asah otak ini merupakan visi utama BAPOMI dalam membangun karakter generasi muda di Lahat. Organisasi ini percaya bahwa seorang mahasiswa harus memiliki ketangguhan fisik sekaligus kepekaan budaya. Dalam setiap sesi perjalanan, mahasiswa didorong untuk mendokumentasikan temuan mereka, berdiskusi mengenai pelestarian benda cagar budaya, hingga memikirkan cara mempromosikan wisata sejarah melalui platform digital. Ini adalah metode Olahraga yang holistik, di mana tubuh bergerak untuk memompa jantung, sementara pikiran bekerja untuk memahami identitas asal-usul bangsa. Sinergi ini menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih melekat karena melibatkan emosi dan pengalaman fisik secara langsung.
Kegiatan Sambil Belajar ini juga memiliki dampak sosial bagi masyarakat sekitar situs. Kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar menciptakan kesadaran bagi warga lokal tentang betapa berharganya aset sejarah yang ada di halaman rumah mereka. Mahasiswa dapat menjadi agen edukasi bagi penduduk setempat mengenai pentingnya menjaga batu-batu megalit dari perusakan atau pencurian. Harapannya, melalui kegiatan rutin ini, Lahat tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai destinasi edukasi berbasis fisik yang unggul. Ketika mahasiswa memiliki fisik yang sehat dan wawasan sejarah yang luas, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang tidak melupakan akar budayanya, siap membawa kemajuan bagi daerah tanpa kehilangan identitas nasionalnya yang berharga.