Poskamling Modern Lahat: Atlet BAPOMI Pasang CCTV Swadaya Desa

Keamanan lingkungan merupakan fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Namun, tantangan keamanan di era modern tidak lagi cukup dihadapi dengan ronda malam konvensional semata. Menyadari hal tersebut, BAPOMI Lahat mengambil inisiatif yang sangat progresif dengan menggabungkan semangat pengabdian atlet mahasiswa dan pemanfaatan teknologi. Melalui program Poskamling Modern Lahat yang dikonsep ulang menjadi lebih mutakhir, para atlet mahasiswa ini turun langsung ke desa-desa untuk melakukan pemasangan sistem pemantau digital secara mandiri. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya pengawasan berbasis teknologi.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan para mahasiswa atas maraknya gangguan keamanan di pemukiman warga yang jauh dari pusat kota. Sebagai kelompok yang memiliki stamina fisik prima, atlet BAPOMI Lahat biasanya terlibat dalam kegiatan patroli fisik, namun mereka menyadari bahwa mata manusia memiliki keterbatasan. Dengan melakukan penggalangan dana secara swadaya, mereka berhasil mengumpulkan perangkat pemantau yang kemudian dipasang di titik-titik rawan desa. Proyek ini membuktikan bahwa mahasiswa olahraga memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang baik dalam mengelola proyek infrastruktur skala kecil demi kepentingan publik.

Pemasangan CCTV ini dilakukan oleh para atlet dengan bimbingan teknis yang mereka pelajari secara otodidak maupun melalui konsultasi dengan ahli. Mereka tidak hanya memasang perangkat keras, tetapi juga membantu warga mengatur sistem pemantauan yang bisa diakses melalui ponsel pintar milik pengurus desa. Hal ini memberikan rasa aman yang lebih nyata karena pengawasan dapat dilakukan selama 24 jam tanpa henti. BAPOMI ingin menunjukkan bahwa peran mahasiswa di tengah masyarakat harus bersifat solutif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Keamanan desa kini menjadi lebih terjamin berkat kolaborasi antara otot para atlet dan kecerdasan teknologi digital.

Selama proses pengerjaan, para atlet mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga mengenai cara merawat perangkat tersebut. Interaksi ini membangun kedekatan emosional yang kuat antara civitas akademika dan masyarakat pedesaan. Warga merasa sangat terbantu karena akses terhadap teknologi keamanan yang biasanya mahal, kini bisa mereka nikmati berkat inisiatif mahasiswa. BAPOMI berhasil mengubah citra atlet yang biasanya hanya dikenal di gelanggang olahraga menjadi sosok pahlawan lingkungan yang melek teknologi. Gerakan ini menciptakan standar baru bagi organisasi mahasiswa di Sumatera Selatan dalam hal pengabdian masyarakat yang konkret.