Kabupaten Lahat yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional melalui kekayaan batu baranya, kini sedang melakukan transformasi radikal yang sangat inspiratif. Menyongsong tahun 2026, sebuah proyek ambisius bernama “Lahat Coal-to-Sport” mulai dilaksanakan untuk menyambut gelaran BAPOMI tingkat regional. Fokus utama dari inisiatif ini adalah melakukan reklamasi besar-besaran terhadap lahan bekas tambang yang sudah tidak produktif dan mengubahnya menjadi sebuah kompleks olahraga atletik yang megah dan berstandar internasional. Langkah ini diambil untuk membuktikan bahwa industri ekstraktif dapat memberikan warisan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas melalui dunia olahraga.
Lahan pertambangan sering kali meninggalkan lubang-lubang besar dan lanskap yang gersang, namun di tangan para perencana yang kreatif, tantangan ini diubah menjadi peluang arsitektur yang unik. Lubang tambang yang luas direkayasa menjadi stadion utama yang seolah berada di dalam mangkuk raksasa, memberikan perlindungan alami dari angin kencang bagi para pelari. Proses mengubah area gersang menjadi area atletik yang hijau membutuhkan teknologi bioremediasi tanah yang intensif, di mana mahasiswa dari berbagai fakultas pertanian dan lingkungan dilibatkan untuk mengembalikan kesuburan tanah agar rumput dan pepohonan dapat tumbuh subur di sekitar lintasan lari.
Ajang BAPOMI 2026 di Lahat akan menjadi bukti nyata bagaimana sebuah daerah mampu menebus dampak lingkungan masa lalu melalui investasi pada sumber daya manusia. Para atlet mahasiswa yang bertanding di sini akan merasakan pengalaman unik berlaga di fasilitas yang dulunya adalah pusat pengerukan energi fosil. Konsep Lahat Coal-to-Sport ini memberikan pesan kuat bahwa masa depan Indonesia harus beralih dari sekadar mengeksploitasi sumber daya alam menjadi mengasah potensi manusia. Fasilitas olahraga ini dirancang untuk menjadi pusat pelatihan atletik jangka panjang yang akan melahirkan bibit-bibit juara nasional dari Sumatra Selatan.
Selain stadion utama, kompleks ini juga menyediakan fasilitas olahraga petualangan yang memanfaatkan kontur tebing bekas galian sebagai arena panjat tebing dan sepeda gunung. Penggunaan lahan secara multifungsi ini memastikan bahwa setiap sudut lahan reklamasi memiliki nilai guna. BAPOMI ingin menanamkan kesadaran kepada seluruh peserta bahwa kebangkitan sebuah wilayah dapat dimulai dari kemauan untuk memperbaiki ekosistem yang rusak. Pembangunan atletik di lahan bekas tambang ini menjadi simbol ketangguhan mental, di mana dari sebuah kerusakan bisa lahir keindahan dan prestasi yang membanggakan bangsa.