Kabupaten Lahat yang dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, baru-baru ini harus menghadapi ujian berat berupa fenomena alam yang tidak terduga. Curah hujan yang sangat tinggi di daerah hulu mengakibatkan luapan air yang sangat deras, yang kemudian memicu terjadinya musibah besar bagi masyarakat sekitar. Menanggapi situasi darurat ini, gerakan Lahat Peduli segera dideklarasikan Aksi Sosial Mahasiswa BAPOMI Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang oleh para pemuda setempat. Inisiatif ini digerakkan oleh para intelektual muda yang menyadari bahwa peran mereka sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan warga yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
Pelaksanaan aksi sosial ini dipelopori oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI). Sebagai organisasi yang mendidik mahasiswa dengan disiplin fisik dan mental yang kuat, mereka segera membentuk satuan tugas kemanusiaan. Penggalangan bantuan dilakukan secara menyeluruh, menyasar berbagai elemen masyarakat di pusat kota Lahat hingga ke pinggiran. Mahasiswa tidak hanya menunggu donasi masuk ke posko, tetapi mereka aktif bergerak menjemput bantuan berupa bahan pangan, pakaian, dan kebutuhan mendesak lainnya demi memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi.
Prioritas utama dari gerakan ini adalah untuk segera bantu warga yang berada di titik-titik paling parah terkena dampak luapan air. Mahasiswa BAPOMI menggunakan keahlian koordinasi mereka untuk membagi tim menjadi beberapa kelompok kerja. Ada tim yang fokus pada pendirian dapur umum, tim distribusi logistik, hingga tim yang membantu membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah penduduk. Kehadiran para mahasiswa di lapangan memberikan rasa aman dan dukungan moral yang sangat besar bagi masyarakat yang sedang dalam kondisi terpukul akibat kehilangan aset dan mata pencaharian mereka.
Bencana banjir bandang memiliki karakteristik yang sangat merusak karena membawa material kayu dan bebatuan dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan oleh mahasiswa Lahat juga mencakup bantuan tenaga untuk membuka akses jalan yang tertutup material sisa bencana. Mahasiswa bahu-membahu dengan warga lokal untuk melakukan pembersihan fasilitas umum seperti masjid dan sekolah agar fungsi sosial masyarakat tidak terhenti terlalu lama. Dedikasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Lahat memiliki kepedulian yang mendalam terhadap nasib sesama warga di daerah mereka sendiri.