Kabupaten Lahat yang dikenal dengan kekayaan situs megalitikum dan keindahan alam Bukit Jempol, kini menjadi saksi lahirnya sebuah tren kebugaran yang cukup eksentrik namun sangat fungsional. Mahasiswa dan pemuda setempat mulai meninggalkan alat-alat gym yang kaku dan beralih ke metode Bergerak ala Hewan yang jauh lebih mendasar, yaitu Primal Movement. Olahraga ini mengadopsi pola gerak alami manusia purba dan meniru perilaku motorik berbagai jenis hewan untuk mengembalikan mobilitas tubuh yang sering kali hilang akibat gaya hidup modern yang terlalu banyak duduk.
Di ruang-ruang publik dan lapangan terbuka di wilayah Lahat, kini tidak jarang terlihat kelompok anak muda yang melakukan gerakan merangkak seperti macan, melompat ala katak, atau berjalan rendah menyerupai kera. Fenomena ini muncul bukan tanpa alasan; banyak anak muda menyadari bahwa meskipun mereka sering berolahraga, tubuh mereka tetap terasa kaku dan sering mengalami nyeri sendi. Keunikan dari latihan ini terletak pada kemampuannya untuk mengaktifkan seluruh rantai otot dalam tubuh secara bersamaan. Tidak ada isolasi otot seperti pada angkat beban; sebaliknya, setiap gerakan menuntut koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan inti yang luar biasa.
Bagi masyarakat di Lahat, melakukan aktivitas fisik di alam terbuka memberikan nilai tambah tersendiri. Tanah yang tidak rata dan rumput yang hijau menjadi medan latihan yang sempurna untuk melatih stabilitas kaki. Gerakan ala hewan ini memaksa tubuh untuk kembali pada fungsi alaminya. Misalnya, gerakan crab walk atau jalan kepiting sangat efektif untuk membuka area bahu dan dada yang sering membungkuk akibat terlalu lama menatap layar ponsel. Sementara itu, gerakan merangkak (crawling) melatih sinkronisasi otak kanan dan kiri, yang secara tidak langsung berdampak pada ketajaman kognitif dan konsentrasi saat belajar.
Secara teknis, Primal Movement adalah latihan beban tubuh (bodyweight) yang sangat ramah lingkungan dan ekonomis. Mahasiswa tidak perlu membayar biaya keanggotaan mahal untuk mendapatkan tubuh yang atletis dan lincah. Di Lahat, komunitas ini tumbuh secara organik melalui sesi latihan bersama di sore hari. Atmosfer latihannya pun jauh dari kesan membosankan; ada unsur permainan dan eksplorasi gerak yang membuat setiap sesi terasa menyenangkan. Olahraga ini mengajarkan bahwa tubuh manusia adalah alat kebugaran terbaik yang pernah diciptakan, asalkan kita tahu cara menggunakannya dengan benar.